Saya suka cape sendiri setiap ngejelasin ke orang-orang apa sesungguhnya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Ternyata FKM belum banyak dikenal orang. Banyak yang ngira kalo lulusan FKM itu bakal jadi dokter *gubraakkk -______- Padahal saya sendiri masuk di FKM karena saya nggak mau jadi dokter. Bahkan FKM udah lama pisah dari Fakultas Kedokteran (FK) karena FK sama FKM punya banyak perbedaan.
Biasanya supaya mereka ngeh alias paham, saya ngejelasin ke mereka bahwa kesehatan masyarakat lebih condong ke pencegahan penyakitnya (preventif dan promotif). Bagi yang sehat gimana caranya untuk tetep sehat, dan bagi yang udah sembuh gimana caranya agar penyakit itu nggak muncul lagi. Sementara dokter lebih condong ngobatin orang yang sakit (aspek social cultural). Dari penjelasan tersebut jelas kalo obyek sasaran kesehatan masyarakat itu masyarakat atau komunitas (skala makro) sedangkan kedokteran itu individu (skala mikro).
Jadi sebenernya tugas kesehatan masyarakat lebih susah dibanding dengan kedokteran karena obyek dari kesehatan masyarakat lebih luas. Objek kesehatan masyarakat adalah orang sehat dengan jumlah yang sangat amat besar, kira-kira 80% untuk negara berkembang kayak di Indonesia. Lagi pula kita harus berusaha ekstra keras untuk nyadarin masyarakat yang sehat supaya mampu dan mau untuk jaga kesehatannya. Karena orang biasanya baru nyari pelayanan kesehatan kalo udah sakit duluan. Ckck -,-
Hasil dari pelayanan petugas kesehatan (kayak Dokter, Bidan, Perawat, Ahli Gizi, dll) yang lebih cepet dirasain ngebuat kebanyakan orang yang sakit bakal lebih patuh sama aturan yang disampein mereka dibanding dengan aspek preventif dan promotif kesehatan masyarakat yang lebih susah buat diterapin karena hasil yang didapet nggak bisa langsung diambil manfaatnya dan biasanya orang-orang lebih seneng ngeliat hasil yang cepet. Padahal biaya pelayanan kesehatan preventif dan promotif tuh lebih murah daripada kuratif dan rehabilitative. Sehingga sebagai petugas kesehatan yang bener-bener paham tentang konsep penyakit harus lebih aktif untuk ngasih penyuluhan dan pendidikan kesehatan sama masyarakat, sehingga bisa ngebantu masyarakat untuk berprilaku hidup sehat, mencegah penyakit dan lebih produktivitas bisa meningkat. Karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati.
Jabatan profesi sarjana kesehatan masyarakat adalah jabatan struktural. Sedangkan jabatan dokter itu adalah jabatan fungsional. Prospek kerja sarjana kesehatan masyarakat luas banget, bisa kerja di rumah sakit, puskesmas, posyandu, dinas kesehatan, bekerjasama dengan pemerintah melalui kebijakan kesehatan.
Demikian informasi yang sebenar-benarnya seputar kesehatan masyarakat. Semoga anda-anda semua jadi paham gimana peran dan fungsi dari Sarjana Kesehatan Masyarakat dan dokter.
What date is it today?
Cuteki cute
Jumat, 20 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar