Kamis, 02 Mei 2013

Peduli UKT = Peduli Unsri

Diposting oleh DMAtikah di 04.55

Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dimana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk membebaskan uang pangkal kepada mahasiswa baru mulai tahun ajaran 2013/2014, tetapi memberlakukan SPP tunggal yang dibayarkan tiap semester. 

Masing-masing Perguruan Tinggi akan memiliki tarif UKT maksimal yang berbeda, bahkan perbedaan tersebut juga bisa terjadi di setiap prodi atau jurusan dalam satu Perguruan Tinggi.

Misalnya untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan total uang pangkal sejumlah Rp 7.345.000,-, maka setiap semesternya mahasiswa harus membayar sejumlah Rp 3.158.125,- (sudah termasuk uang SPP dan praktek). Mari teman-teman pikirkan sejenak apakah UKT meringankan atau justru mendatangkan kerugian?

Memang sekilas terlihat meringankan, namun apakah setiap PTN siap dirugikan? Dengan membagi uang pangkal maka pemasukan dana setiap PTN akan dirugikan sekitar 50-200 milyar dan baru mencapai Break Even Point (BEP) setelah tiga tahun kedepan. Apakah PTN akan menerima kerugian tersebut dengan iming-iming Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari DiktI? Seperti yang kita ketahui bahwa bantuan operasional sering kali turun tidak tepat waktu.  

Dengan kondisi seperti ini ditakutkan bahwa PTN akan menaikan biaya uang pangkal sebesar-besarnya untuk menutupi kerugian yang ada. Karena tanpa membesar-besarkan biaya tersebut pembangunan di PTN tidak akan berjalan dengan lancar. Alasan tersebut membuat langkah PTN untuk membesar-besarkan biaya kuliah kemungkinan akan terjadi.

Maka  apakah dengan begitu dapat tercapai tujuan UKT untuk meringankan beban mahasiswa dalam membayar biaya kuliah? Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan kuliah selama delapan semester? Akankah diwajibkan membayar uang kuliah dengan biaya yang sama? Tentu biaya kuliah tersebut akan semakin memeras mahasiswa, bukan justru meringankan.

Sangat diharapkan BOPTN disiplin dalam pelaksanaannya dan tidak ada lagi penggelembungan dana di PTN dengan momentum UKT ini.  Oleh karena itu mari kita kawal adanya UKT murah di Unsri agar UKT dapat benar-benar berjalan dengan anggaran yang semestinya sehingga tujuan dari UKT itu sendiri dapat terwujud tanpa menimbulkan perubahan negatif yang bermakna bagi kita semua. 

Hidup Mahasiswa!!!

handicraft buatan sendiri sbg wujud saya cinta Unsri :p

2 komentar:

Shandi Hasnul Farizal mengatakan...

Idem. :D
Untuk jurusan seperti FK, FKM, TEKNIK, sama FASILKOM UKT terlihat sangat meringankan untuk MaBa. Kuncinya ya ada di DIKTI, kalo BOPTN-nya sesuai rencana, Insya Allah UKT sangat meringankan.

Sharing is Caring.

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar

 

DMAtikah's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review