Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan
kebijakan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi dimana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bagi
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk membebaskan uang pangkal kepada mahasiswa
baru mulai tahun ajaran 2013/2014, tetapi memberlakukan SPP tunggal yang
dibayarkan tiap semester.
Misalnya untuk Fakultas Kesehatan
Masyarakat (FKM) dengan total uang pangkal sejumlah Rp 7.345.000,-, maka setiap
semesternya mahasiswa harus membayar sejumlah Rp 3.158.125,- (sudah termasuk
uang SPP dan praktek). Mari teman-teman pikirkan sejenak apakah UKT meringankan
atau justru mendatangkan kerugian?
Memang sekilas terlihat meringankan,
namun apakah setiap PTN siap dirugikan? Dengan membagi uang pangkal maka
pemasukan dana setiap PTN akan dirugikan sekitar 50-200 milyar dan baru
mencapai Break Even Point (BEP) setelah tiga tahun kedepan. Apakah PTN akan
menerima kerugian tersebut dengan iming-iming Bantuan Operasional Perguruan
Tinggi Negeri (BOPTN) dari DiktI? Seperti yang kita ketahui bahwa bantuan
operasional sering kali turun tidak tepat waktu.
Dengan kondisi seperti ini ditakutkan
bahwa PTN akan menaikan biaya uang pangkal sebesar-besarnya untuk menutupi kerugian
yang ada. Karena tanpa membesar-besarkan biaya tersebut pembangunan di PTN tidak
akan berjalan dengan lancar. Alasan tersebut membuat langkah PTN untuk
membesar-besarkan biaya kuliah kemungkinan akan terjadi.
Maka
apakah dengan begitu dapat tercapai tujuan UKT untuk meringankan beban mahasiswa
dalam membayar biaya kuliah? Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang belum dapat
menyelesaikan kuliah selama delapan semester? Akankah diwajibkan membayar uang
kuliah dengan biaya yang sama? Tentu biaya kuliah tersebut akan semakin memeras
mahasiswa, bukan justru meringankan.
Sangat diharapkan BOPTN disiplin dalam
pelaksanaannya dan tidak ada lagi penggelembungan dana di PTN dengan momentum
UKT ini. Oleh karena itu mari kita kawal
adanya UKT murah di Unsri agar UKT dapat benar-benar berjalan dengan anggaran
yang semestinya sehingga tujuan dari UKT itu sendiri dapat terwujud tanpa
menimbulkan perubahan negatif yang bermakna bagi kita semua.


2 komentar:
Idem. :D
Untuk jurusan seperti FK, FKM, TEKNIK, sama FASILKOM UKT terlihat sangat meringankan untuk MaBa. Kuncinya ya ada di DIKTI, kalo BOPTN-nya sesuai rencana, Insya Allah UKT sangat meringankan.
Sharing is Caring.
Posting Komentar