Kamis, 19 April 2012

Menurut Anda Apa sih Bisnis MLM?

Diposting oleh DMAtikah di 04.20
Sebelumnya saya minta maap dulu nih buat yang ngebaca, karena tulisan saya yang kali ini lumayan panjang, sehingga menyita waktu anda-anda semua dan lebih formal bahasannya, semoga nggak jenuh ya bacanya, amin. Di note ini, sesuai dengan judulnya pastinya saya mau ngebahas tentang bisnis MLM. Apasih MLM? Kalo nggak tau silahkan cari aja di google yaakk! wehehehe :D

Nah setelah yang pada nggak tau udah jadi tau, dan yang tau tambah tau saya mau tanya, boleh kan? boleh dong? Duren aja dibelah bukan dibedong “Menurut Anda Apa sih Bisnis MLM?" Saya baru saja menanyakan pendapat tersebut kepada dua orang teman saya yang berbeda. Teman saya yang pertama pro karena dia juga pernah terlibat didalamnya dan mendapatkan keuntungan besar. Sementara teman saya yang kedua kontra, dia belum pernah ikut bisnis MLM karena dia menganggap bahwa bisnis tersebut hanya sebuah bisnis yang menjebak, mereka hanya mengiming-imingi saja, sering mengelabui seseorang, dan mereka hanya menampilkan sisi kesuksesan mereka. Anggapan tersebut sangat sering saya dengar.

Menurut saya setiap pekerjaan itu sama dalam bidang apapun, mereka menginginkan keuntungan dan terus maju kedepan. Tidak mungkin seseorang mendirikan perusahaan tanpa memperoleh keuntungan dan kemajuan. Lantas bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya? Jika kita memiliki peluang untuk sukses dalam jangka waktu 5 tahun atau 20 tahun, yang mana akan kita pilih? Kalau saya pasti memilih untuk sukses dalam 5 tahun jika memang diizinkan itu menjadi nasib dan rejeki saya. Saya tau bahwa setiap pekerjaan memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing. Namun saya masih bingung jika alasan yang diberikan karena bisnis MLM merupakan bisnis menipu yang seperti banyak orang ketahui dan membuat mereka kontra dengan bisnis MLM. Saya ingin tau apa alasan yang membuat orang-orang men-judge bahwa semua bisnis MLM adalah program yang hanya memberikan kebohongan, kerugian, dan kesesatan? Sehingga saya memfokuskan kepada teman saya yang kontra dengan bisnis MLM sebagai salah satu perwakilan dari orang-orang yang kontra.

Dalam pembicaraan tersebut saya memberi dua opsi. Yang pertama “Jika ia disarankan untuk menggunakan sabun yang tergolong berkualitas dengan memebeli itu, tapi ia akan mendapapatkan keuntungan, apakah mau?”. Dan yang kedua “Jika ia disarankan untuk menjual sabun tersebut tanpa mengkonsumsi, sehingga ia mendapat keuntungan langsung, apakah mau?”. Dan jawaban untuk kedua opsi tersebut ia menjawab “tidak” dengan alasanyang sama, bahwa semua yang dijanjikan itu palsu. Ia memberi salah satu contoh dampak negatif bisnis MLM, yaitu seseorang yang bunuh diri akibat kegagalan-kegagalan dalam bisnis MLM. Namun, menurut saya setiap pekerjaan akan berhasil apabila kita me-manage dengan baik dan akan gagal apabila kita tidak pandai untuk me-manage-nya. Saya sendiri mungkin akan pro kepada bisnis MLM selama bisnis tersebut tidak merugikan dan sesuai aturan. Semua itu tergantung dari orang yang menjalankan, setiap pekerjaan dalam bidang apapun itu pasti ada saja yang bunuh diri karena suatu masalah. Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi masalah.

Karena saya mempunyai argumen seperti itu, akhirnya ia memberikan sebuah link yang berisi artikel pro dan kontra bisnis MLM. Intinya, dalam bahasan kontra yaitu dicontohkan lagi dampak negatif dari bisnis MLM, yaitu tentang seseorang yang sangat antusias sekali menjalankan bisnis tersebut, sampai-sampai mentelantarkan keluarga dan berubah menjadi orang yang memiliki gengsi tinggi untuk membeli dan menggunakan produk-produk mahal sehingga mempunyai hutang disana sini, bahkan dia ingin keluar dari pekerjaan tetapnya yang gaji dari pekerjaan tersebut merupakan jalan satu-satunya bagi istri dan anak-anaknya untuk bertahan hidup. Saya kembali berargumen bahwa semua tergantung orang yang menjalankan, apabila dia pandai mengatur waktu dan tidak mempertahankan gengsinya pasti semua itu tidak akan terjadi. Dampak negatif tersebut tidak hanya ada dalam bisnis MLM, setiap pekerjaan dalam bidang apapun pasti ada saja seseorang yang mengalami seperti itu. Setiap orang pasti menginginkan karir yang sukses dan terus meningkat agar mendapatkan kenaikan gaji.

Ia mengatakan bahwa setiap bisnis MLM tidak jelas bekerja untuk siapa dan halal atau haramnya. Setahu saya, setiap bisnis luar negeri yang masuk dalam Indonesia pasti disaring dan didata asal usulnya, sehingga tidak sembarangan masuk. Jika memang ada, pasti banyak orang tidak tertarik karena produk kurang meyakinkan, dan sebaliknya jika produk berkualitas pasti akan banyak orang mengkonsumsi produk tersebut. Ia kembali menunjukkan sebuah link. Link ini berisi artikel tentang bisnis MLM dikaitkan dari segi agama. Disitu menerangkan bahwa bisnis MLM haram apabila menjual produk dengan keuntungan lebih dari 100% atau dapat dikatakan mengambil keuntungan sebesar-besarnya, menjual produk yang tidak ada manfaatnya, dan mengganggu orang lain. Akhirnya saya menjawab satu per satu dari pernyataan tersebut. Pertama, bisnis MLM mengambil keuntungan lebih dari 100%. Jika memang anda menemukan bisnis MLM seperti itu coba beri tahu saya. Karena saya belum tahu bisnis MLM apa yang memberikan bonus lebih dari 100%. Setiap produk yang dikirimkan dari luar pasti mempunyai syarat-syaat dan aturan khusus mengenai pendapatan keuntungan tersebut. Kedua, setiap produk yang dikonsumsi pasti mempunyai manfaat. Dan yang pasti mereka juga manage pengeluaran mereka, jika harga mahal dan mereka tidak punya cukup uang pasti tidak membeli barang tersebut dan memilih untuk membeli produk lain yang lebih murah sesuai dengan pendapatannya. Dan apabila pendapatan mereka tinggi, jika memang mereka butuh pasti akan membeli produk tersebut tanpa pikir panjang. Boros atau tidaknya kita toh ditentukan dari penghasilan juga. Jika seseorang dengan pengasilan satu milyar, untuk membeli peralatan mandi hingga satu jutapun tidak masalah. Ketiga, produk MLM mengganggu orang lain. Kegiatan dalam publikasi atau mempromosikan barang yang kita jual apakah mengganggu? Sedangkan agama memerintahkan kita untuk melakukan usaha semaksimal mungkin yang disertai dengan doa dan tawakal. Bukankah publikasi dan promosi merupakan salah satu bentuk usaha? Toh dalam usaha menawarkan itu juga merupakan bentuk dari silaturahmi.

Sementara teman saya yang pro terhadap bisnis MLM mengatakan bahwa memang tidak semua bisnis MLM hasilnya positif, karena ada juga yang negatif. Sama halnya dalam bisnis lain, tentu memiliki persaingan bisnis, apalagi dalam bidang bisnis yang sama. Kitalah yang harus cermat dan berhati-hati dalam memilih bisnis MLM, pastikan bisnis tersebut tdak merugikan kita. Ambil saja sisi positifnya. Pasti dalam menjalankan setiap pekerjaan kita akan mengalami ujian, tidak lancar terus-menerus, dan semua itu pasti akan dapat diatasi dengan usaha kita untuk mengatasinya.

Kalau menurut saya pribadi bisnis MLM sama saja dengan pekerjaan lainnya, memiliki sisi positif dan negatifnya seperti yang saya sampaikan di atas. Namun sisi negatifnya bukan dari alasan-alasan diatas yang bersifat menipu. Tapi lebih condong dengan dampak yang akan terjadi dimasa depan. Bisnis MLM tentu banyak yang berasal dari luar negeri, dengan mekanisme yang mereka buat, otomatis akan menguntungkan negara tersebut. Apalagi sebuah MLM yang memiliki mekanisme direkrut dan merekrut. Setiap yang direkrut pasti secara tidak langsung mengkonsumsi produk buatan luar negeri tersebut dan terus menerus merekrut sehingga berlanjut hingga orang-orang yang direkrut. Apa yang akan terjadi jika member terus meningkat dalam sebuah negara? Otomatis lama-kelamaan produk tersebut akan banyak dikonsumsi oleh masyarakat di dalam suatu negara yang diproduksi dari negara lain. Dari dampak positif tersebut saya mengambil beberapa pelajaran, yaitu alangkah baiknya jika mekanisme bisnis MLM dibentuk di Indonesia dengan produk buatan Indonesia sendiri. Pasti negara dan rakyat Indonesia akan kaya atas produk hasil karya dalam negeri tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DMAtikah's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review