Hayo tebak ada apa dengan hari ini? Jangan tebak april mop yaa! Hehehe. 21 april adalah hari Kartini. Masih pada inget kan? Harus inget dong, khususnya buat kaum cewek. Kenapa? Karena Kartini itu pahlawan kedua yang memperjuangkan hak kaum wanita. Mau tau kenapa saya bilang yang kedua? Karena pahlawan yang pertama yaitu Nabi Muhammad SAW, beliau yang memperjuangkan hak hidup kaum wanita di jaman Jahiliyah. Nah baru selanjutnya Raden Ajeng Kartini inilah yang melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW memperjuangkan hak wanita yang lainnya. Benerkan? Bener dooong! :D
Menurut saya, peringatan hari pahlawan yang paling meriah yaa R.A. Kartini. Dari anak TK pun udah banyak yang kenal sama hari Kartini. Pada tanggal 21 April biasanya anak-anak TK berdandan dan mengenakan pakaian adat dalam lomba peringatan hari Kartini. Saya juga pernah ikutan loh, walaupun nggak menang sih, tapi seneng banget rasanya pernah ngalamin moment itu. Gimana dengan kalian? Oh iya, R.A. Kartini juga diciptain lagu yang judulnya “Ibu Kita Kartini”, yang dari anak-anak TK lagi-lagi pasti udah tau dan udah hafal menyanyikannya. Inget nggak gosipnya R.A. Kartini punya nama panggilan “Harum” gara-gara lirik lagu ini. Waduuuhhh gaswat! Itu Cuma plesetan loh temen-temen, jangan percaya yaaahh, hehehe. Pokoknya sih menurut saya R.A. Kartini itu pahlawan wanita paling eksis selain Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Dewi Sartika dan ibu saya, wehehe. Kalo kita liat di dinding-dinding Sekolah Dasar, pasti poto R.A. Kartini nggak pernah absen untunk ngisi koleksi poto pahlawan. Wah wah wahhh! Give applouse dong!
Mau tau biografi dan sejarah R.A. Kartini? Yukk pantengin terus aja yaaahh :D
Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara,
Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada
adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan
melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia
dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat
sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena
takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia
mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang
kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).
Akhirnya
membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku,
termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami
buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada
Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir
wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul
keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya
didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan
teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu
pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan
juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda.
Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon
diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.
Beasiswa
yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia
dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah
menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut
mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya
Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya,
Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah
tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini
menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja,
tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.
Pada tanggal
17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25,
setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H
Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah
dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu
diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap
Terbitlah Terang”.
Raden Ajeng Kartini sendiri adalah
pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala
cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu
menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak
disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus,
dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi. Bagi wanita
sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah
menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut.
Naaahh
gitu deh ceritanya. Buat cewek-cewek, jangan iri ya sama beliau. Iri
boleh, tapi irinya sebagai motivasi untuk punya semangat dan kegigihan
kayak R.A. Kartini. OKEEE!!! Kalo bisa, jadi penerus perjuangan beliau.
Perjuangkan hak-hak wanita yang belum terealisasi di seluruh penjuru
Indonesia di era globalisasi ini.
SEMANGAAATTT !!!!
What date is it today?
Cuteki cute
Jumat, 20 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


2 komentar:
hii...
senang sekali ada blog yang peduli pada dunia anak...
salam kenal ya..
saya Zepe..
saya mau bagi2 lagu anak gratis ni...
cukup dengan akun FB...
Caranya...silakan klik NICK saya di atas....
atau klik http://lagu2anak.blogspot.com
Bila berkenan mari bertukar link...
salam cinta lagu2anak....
salam kenal juga kak zepe
oke nanti dicoba :)
Posting Komentar